BUNGA TIDUR
Kamu orang
yang membuatku nyaman disetiap aku ada di dekatmu, tatapan mata yang tenang dan
hangat yang memandangku dari kejauhan di jam istirahat. Namun semua ini terasa
melelahkan ketika aku harus menunggu,menunggu yang tau entah sampai kapan. Dia adalah
sahabatku dan dia juga penyemangatku, sebut saja dia Kim Tan. Aku mengenalnya
di kelas 9 karna baru tahun itulah aku sekelas dengannya. Tatapan mata yang
hangat yang membuatku nyaman di setiap ada di dekatnya,sepertinya aku selalu
berharap waktu berhenti berputar disaat aku ada didekatnya.
Mungkin aku
terlalu egois untuk memilikinya, namun aku tak bisa seperti ini terus, menipu
perasaanku sendiri yang sesungguhnya mengaguminya. Kadang ada saat dimana aku
merasa TAKUT, Takut kehilangan orang yang sesungguhnya aku cintai,takut
kebahagiaanku hilang, aku takut dia pergi. Aku tau aku ingin sekali memilikinya
tapi apa mungkin bisa aku memilikinya jika aku TAKUT untuk TERPURUK karna cinta
yang terlalu besar yang ku miliki untuknya.
Aku coba
untuk menahan rasa sakit hati ini ketika aku tau dia masih menyayangi mantan
kekasihnya. Harus berbuat apa diriku? Agar dia tau aku mencintainya, aku yang
ada di dekatnya ketika dia down dan dia juga yang selalu menjadi penyemangat
pertamaku disaat aku down. Bukan mantan kekasihnya yang ada disaat dia down
tetapi aku!!!. Aku sempat membuat status di twitter tentang dirinya tapi tetap
saja dia hanya menganggapku teman, aku sudah merasa lelah tak terasa sudah 10 bulan
aku mengenalnya dan waktupun memaksaku untuk berpisah dengannya dan teman-teman
seperjuanganku di SMP untuk menggapai cita-cita masing. Ku tinggalkan
evolet,dasi,topi,dan rok biruku untuk menggapai cita-cita dan mengenakan rok
abu-abu yang selama ini menjadi impianku.
Kini aku bukan seorang *sebut saja aku cha eun
sang* yang manja lagi, tapi aku berusaha
menjadi dewasa dan menutupi perasaanku yang sesungguhnya merindu tatapan dari
seorang “Kim Tan”. Setelah sebulan menjadi anak SMK aku mulai melupakan sosok kim
tan karna sudah tak ada waktu lagi untuk memikirkan yang tidak penting.
Sepulang sekolah tanpa aku sadari ternyata kim tan juga sekolah di gedung yang
sama denganku, aku bertemu dengannya di lantai 3 dan tanpa aku sangka dia masih
menyapaku dengan lembut dan tatapan mata yang selama ini aku rindu “haiii cha
eun sang” sapanya padaku yang masih tersimpan di memoriku. Seiring berjalannya
waktu aku dan kim tan mulai berteman lagi dan rasa TAKUT itu kembali hadir,
namun rasa TAKUT itu berubah menjadi BAHAGIA ketika dia mengungkapkan perasaanya padaku. Aku
bingung saat itu harus jawab apa, karna yang aku tau banyak teman SMPku yang
juga mengaguminnya dan salah satunya adalah sahabatku sendiri. Karna aku sudah
tak ingin menipu perasaanku sendiri lagi aku pun menerima ajakan kim tan untuk
menjalin kasih. Waktu terus berputar dan cerita ini masih ada, masih ada di
dalam mimpi yang begitu panjang
Komentar
Posting Komentar