Persetan dengan Kilometer

Berapa Kilometer yang terbentang di antara kita?
Berapa dalam laut yang harus kamu lewati untuk menemui ku?
Berapa Negara yang harus kamu tempuh untuk bersama ku?
Semua itu hanya perkara angka yang memisahkan... Kamu tidak perlu menyebrangi lautan untuk menemui aku... Dan kamu tidak perlu melewati beberapa negara untuk bersama aku. Kita masih dalam satu kota yang sama, namun hanya perkara Kilometer... Kamu menganggap kita "Terlalu jauh"...
Jauh jauh dan jauh itu alasan klasik. Aku tidak begitu cantik untuk kau temui? Aku harus jadi diri orang lain untuk kau temui?... maaf aku tidak bisa. Karna aku mencintai kamu dengan cara aku sendiri, yang menjijikan? Norak? Kekanak²an?. Semua itu cara aku, menanyakan apa yang aku tidak mengerti dan bungkam ketika kau tak mengerti, yang kau tak mengerti adalah perasaanku.
Ketika perkara Kilometer menjadi pembahasan yang menarik di antara kita. Pembahasan yang tak kunjung usai untuk sebuah temu. Ketika Kilometer menjadi beban untuk bertahan atau pergi meninggalkan. Di bentangan Kilometer ada yang aku tunggu namun tidak pasti akan ada temu atau tidak. Ketika aku pergi meninggalkan aku takut... aku takut dengan apa yang akan terjadi.
Perkara Kilometer ini akan aku jadikan sebagai ajang mengadu kesabaran. Apapun yang akan terjadi di hari esok aku siap menerimanya. Tapi aku inginkan sebuah temu untuk luapkan segala rindu. Rindu yang tak kunjung berakhir karna temu yang belum nampak.

Buang ego mu dan aku akan membuang ego ku untuk memiliki mu. Buang ego mu untuk temu. Ini hanya perkara Kilometer sayang. Aku masih mengingat garis wajahmu, dan aku masih mengingat kecilnya bola matamu. Jika jarak yang membuat dewasa aku terima ini. Namun jika jarak yang membuat tersiksa aku tidak terima. Untuk apapun yang akan terjadi satu yang aku inginkan terlebih dahulu adalah temu denganmu.

Rindu ini milikmu, dan temu adalah milik kita.

Komentar